PEMBAHASAN

PEMBAHASAN

A. Pengertian Pendidikan IPA

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan bagaimana cara

mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya

penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep,

atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan.

Pendidikan IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk

mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta prospek pengembangan lebih

lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari. Proses

pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk

mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar

secara ilmiah. Pendidikan IPA diarahkan untuk inkuiri dan berbuat sehingga

dapat membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih

mendalam tentang alam sekitar.

IPA atau sains itu sendiri memiliki beberapa definisi yang perlu kita

pahami, antara lain:

1. Carin dan Sund (1993) mendefinisikan IPA sebagai “pengetahuan yang

sistematis dan tersusun secara teratur, berlaku umum (universal), dan

berupa kumpulan data hasil observasi dan eksperimen”. (Rino (2007)

dalam http://noe-online.blogspot.com/2007/04/ktsp-ipa.html )

2. The Harper Encyclopedia of Science mendefinsikan sains sebagai suatu

pengetahuan dan pendapat yang tersusun dan didukung secara sistematis

oleh bukti-bukti yang dapat diamati. (Rino (2007) dalam http://noeonline.

blogspot.com/2007/04/ktsp-ipa.html )

3. IPA sebagai ilmu yang mempelajari tentang sebab dan akibat kejadiankejadian

yang ada di alam (sukarno, 1973:1)

4. IPA sebagai suatu deretn konsep serta skema konseptual yang

berhubungan satu sama lain, dan yang tumbuh sebagai hasil

eksperimentasi dan observasi, serta berguna untuk diamati dan

dieksperimentasikan lebih lanjut. (Holton dan Roller (1985) via Sumaji,

1998: 31)

Merujuk pada beberapa pengertian IPA diatas, maka dapat

disimpulkan bahwa hakikat IPA meliputi empat unsur utama yaitu:

1. sikap: rasa ingin tahu tentang benda, fenomena alam, makhluk hidup,

serta hubungan sebab akibat yang menimbulkan masalah baru yang

dapat dipecahkan melalui prosedur yang benar; IPA bersifat open ended;

2. proses: prosedur pemecahan masalah melalui metode ilmiah; metode

ilmiah meliputi penyusunan hipotesis, perancangan eksperimen atau

percobaan, evaluasi, pengukuran, dan penarikan kesimpulan;

3. produk: berupa fakta, prinsip, teori, dan hukum;

4. aplikasi: penerapan metode ilmiah dan konsep IPA dalam kehidupan

sehari-hari.

Keempat unsur itu merupakan ciri IPA yang utuh yang sebenarnya

tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Dalam proses pembelajaran IPA

keempat unsur itu diharapkan dapat muncul, sehingga peserta didik dapat

mengalami proses pembelajaran secara utuh.

Sama halnya IPA, pendidikan IPA mempunyai pengertian sendiri.

Dibawah ini adalah beberapa pengertian pendidikan IPA, antara lain:

1. pendidikan IPA pada hakekatnya merupakan upaya penyadaran dan

pengembangan nilai positif tentang hakekat sains melalui pembelajaran (

Reviandari, 2008: 2)

2. Pendidikan IPA adalah salah satu aspek pendidikan yang menggunakan

ilmu pengetahuan sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan (Moh.

Yamin, 1990)

3. Pendidikan IPA adalah medan gabungan dengan tanya jawab tentang hal

yang berisi ilmu pengetahuan alam dan proses individu tidak bisa

dipandang dari masyarakat (Wikipedia Ensiklopedia)

Dari berbagai pengertian pendidikan IPA diatas, maka dapat

disimpulkan bahwa pendidikan IPA adalah upaya pengembangan tentang

ilmu pengetahuan atau sains melalui pembelajaran untuk mencapai tujuan

pendidikan.

B. Pembelajaran Pendidikan IPA di SMP

IPA memegang peranan penting sebagai dasar pengetahuan untuk

mengungkap bagaimana gejala atau fenomena alam terjadi. IPA menjadi

sangat penting dalam kehidupan manusia sebagai bagian dari pengetahuan

yang harus dimiliki saat memasuki era informasi dan teknologi seperti

sekarang ini.

IPA umumnya memiliki peran penting dalam peningkatan mutu

pendidikan, khususnya di dalam menghasilkan peserta didik yang

berkualitas. Peserta didik yang berkualitas maksudnya manusia yang mampu

berfikir kritis, kreatif, logis dan berinisiatif dalam menanggapi isu di

masyarakat yang diakibatkan oleh dampak perkembangan IPA dan

teknologi. Sehingga pengembangan kemampuan peserta didik dalam bidang

IPA merupakan salah satu kunci keberhasilan peningkatan kemampuan

dalam menyesuaikan diri dengan perubahan dunia memasuki era teknologi

informasi.

Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendiidkan (KTSP) pokok

pembelajaran pendidikan IPA di SMP memiliki materi yang memuat kajian

dimensi objek, tingkat organisasi objek dan tema atau persoalan aspek fisis,

kimia dan biologi. Pada aspek biologi, IPA mengkaji berbagai persoalan

yang berkait dengan berbagai fenomena pada makhluk hidup berbagai

tingkat organisasi kehidupan dan interaksinya dengan faktor lingkungan.

Untuk aspek fisis, IPA memfokuskan diri pada benda tak hidup. Untuk

aspek kimia, IPA mengkaji berbagai fenomena atau gejala kimia baik pada

makhluk hidup maupun benda tak hidup yang ada di alam semesta

(Sismanto, 2007).

Pada konteksnya pendidikan IPA di SMP diajarkan dengan

pemisahan antara biologi, fisika dan kimia. Ketidakutuhan konsep IPA

dalam pembelajarannya sebagai ilmu yang mencakup aspek IPA, teknologi

dan masyarakat tidak terlingkupi, juga secara psikologis berat bagi peserta

didik SMP. Pembelajaran IPA di SMP secara utuh mengajak peserta

didiknya untuk mulai ke arah berpikir abstrak dengan mengenalkan IPA

secara utuh dengan harapan muncul upaya penyelidikan-penyelidikan

ilmiah.

Model pembelajaran terpadu merupakan salah satu model

implementasi kurikulum yang dianjurkan untuk diaplikasikan pada semua

jenjang pendidikan, mulai dari tingkat SD/MI sampai dengan SMA/MA,

khususnya pada tingkat SMP. Pembelajaran ini merupakan model yang

mencoba memadukan beberapa pokok bahasan (Beane, 1995:615 via Rino

(2007)).

Dalam belajar IPA di SMP, peserta didik diarahkan untuk

membandingkan hasil prediksi peserta didik dengan teori melalui

eksperimen dengan menggunakan metode ilmiah. Pendidikan IPA di sekolah

diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri

sendiri dan alam sekitarnya, serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam

menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, yang didasarkan pada metode

ilmiah. Pembelajaran IPA menekankan pada pengalaman langsung untuk

mengembangkan kompetensi agar peserta didik mampu memahami alam

sekitar melalui proses “mencari tahu” dan “berbuat”, hal ini akan membantu

peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam.

Keterampilan dalam mencari tahu atau berbuat tersebut dinamakan dengan

keterampilan proses penyelidikan atau “enquiry skills” yang meliputi

mengamati, mengukur, menggolongkan, mengajukan pertanyaan, menyusun

hipotesis, merencanakan eksperimen untuk menjawab pertanyaan,

mengklasifikasikan, mengolah, dan menganalisis data, menerapkan ide pada

situasi baru, menggunakan peralatan sederhana serta mengkomunikasikan

informasi dalam berbagai cara, yaitu dengan gambar, lisan, tulisan, dan

sebagainya. Melalui keterampilan proses dikembangkan sikap dan nilai yang

meliputi rasa ingin tahu, jujur, sabar, terbuka, tidak percaya tahyul, kritis,

tekun, ulet, cermat, disiplin, peduli terhadap lingkungan, memperhatikan

keselamatan kerja, dan bekerja sama dengan orang lain.

Keberhasilan pembelajaran terpadu akan lebih optimal jika

perencanaan mempertimbangkan kondisi dan potensi peserta didik (minat,

bakat, kebutuhan, dan kemampuan). Standar kompetensi dan kompetensi

dasar yang harus dimiliki peserta didik sudah tercantum dalam standar

kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran pendidikan IPA.

C. Perkembangan Pendidikan IPA di Indonesia

Perkembangan pendidikan IPA di Indonesia dianggap sebagai

peradigma baru dalam pendidikan IPA. Perkembangan yang signifikan yaitu

pendekatan pembelajaran orientasi terhadap keanakaragaman karakteristik

subyek didik. Pendidikan IPA dapat digunakan sebagai media untuk

mengenali perspektif perkembangan bangsa dan digunakan sebagai basis

pengembangan teknologi dan pembangunan. Tanggung jawab pendidikan

IPA dalam pembagunan bangsa semakin berat dan perlu pembaharuan agar

tidak ditinngal oleh bangsa itu sendiri, karena pendidikan IPA kurang

mendapat perhatian dari berbagai pihak.

Salah satu bentuk usaha dalam mengembangkan pendidikan IPA

adalah melalui modernisasi pendidikan IPA. Usaha modernisasi pendidikan

IPA dilakukan terus-menerus dari waktu ke waktu. Modernisasi adalah

proses pergeseran sikap, cara berpikir dan bertindak sesui dengan tuntutan

zaman. Modernisasi pendidikan IPA maksudnya mengubah paradigma lama

menjadi paradigma baru.

Modernisasi IPA dari negara lain seperti negara Barat telah

mengimbas ke Indonesia. Pada tahun 1969 Departemen Pendidikan dan

Kebudayaan mengidentifikasi 4 masalah dalam bidang pendidikan yang

kemudian menjadi dasar modernisasi pendidikan Indonesia, yaitu:

1. pemerataan (kuantitas) pendidikan

2. mutu (kualitas) pendidikan

3. relavansi pendidkan

4. efektivitas dan efisiensi pendidikan

Modernisasi pendidikan IPA juga terjadi di era global saat ini.

Adapun ciri-ciri modernisasi pendidikan IPA di era global, antara lain:

§ Menggunakan TIK dalam berbagai aspek manajemen pembelajaran

pendidikan IPA.

§ Menggunakan kurikulum berbasis tujuan.

§ Menerapkan sistem penyampaian yang mengktifkan peserta didik

dengan media berupa buku IPA dengan pendekatan modul

pembelajaran dalam bentuk tercetak atau CD, bila perlu menggunakan

e-learning atau distance learning.

§ Materi IPA disesuaikan dengan struktur keilmuan IPA serta

memasukan masalah ”sains, lingkungan, teknologi dan masyarakat”

(SALINGTEMAS).

§ Menerapkan sistem penilaian menggunakan teknik dan instrument

penilaian yang variatif.

Di era globalisasi ini, tantangan utama dalam pendidikan IPA adalah

bagaimana melakukan pembelajaran IPA. Modernisasi pendidikan IPA

dilakukan mengikuti kecenderungan baru dalam teknologi pendidikan IPA.

Modernisasi pendidikan IPA di era global akan sangat bermanfaat dalam

merealisasikan pendidikan IPA yang efektif dan efisien. Kemajuan Ilmu IPA

akan mendrong kemajuan teknologi yang menggunakan ilmu IPA sebagai

dasarnya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: